Berita

Li Auto jadikan Halo OS open source untuk sistem operasi otomotif

×

Li Auto jadikan Halo OS open source untuk sistem operasi otomotif

Sebarkan artikel ini


Jakarta (ANTARA) – Li Auto secara resmi mengumumkan sistem operasi kendaraan Halo OS yang dikembangkan sendiri sebagai sumber terbuka (open source) seperti Android.

Pengumuman oleh pendiri dan CEO Li Xiang di Forum Zhongguancun 2025 di Beijing pada tanggal 27 Maret menempatkan Li Auto sebagai produsen mobil global pertama yang menyediakan sistem operasi kendaraan komprehensifnya secara gratis bagi industri yang lebih luas.

“Kami ingin mendorong sistem operasi kendaraan ke tingkat performa yang lebih tinggi melalui sumber terbuka,” kata Li seperti dikutip Carnewschina pada Jumat (28/3) waktu setempat

“Sumber terbuka bukan hanya tentang menyediakan platform teknis dan alat pengembangan baru bagi pengembang di seluruh dunia, ini tentang membuka sistem nilai kami. Di balik sumber terbuka terdapat keyakinan kami terhadap teknologi dan kemampuan manusia untuk membangun ‘komunitas inovasi.’ Kami memahami bahwa sistem tertutup hanya dapat memperkuat koefisien, tetapi sumber terbuka dapat memperkuat basisnya,” tambahnya.

Baca juga: Li Auto segera luncurkan Li Mega seharga Rp1,3 miliar

Proyek Halo OS dimulai pada tahun 2021 sebagai respons langsung terhadap kekurangan chip global dan tantangan dalam mengadaptasi sistem sumber tertutup ke perangkat keras baru.

Li Auto menginvestasikan lebih dari satu miliar yuan (138 juta dolar AS) dan mengerahkan tim pengembangan beranggotakan 200 orang untuk menciptakan sistem tersebut, yang mulai diproduksi pada tahun 2024.

Li Auto mengatakan Halo OS secara signifikan mengungguli sistem AUTOSAR sumber tertutup terkemuka di industri dalam berbagai metrik utama, termasuk kinerja inti, keamanan, efisiensi biaya, kemampuan beradaptasi, dan fleksibilitas.

Melalui desain arsitektur lintas sistem yang inovatif, Halo OS mengoptimalkan seluruh rantai “persepsi-keputusan-eksekusi”, menggandakan kecepatan respons dan meningkatkan stabilitas respons hingga lima kali lipat dibandingkan dengan sistem AUTOSAR.

Baca juga: Li Auto berencana luncurkan mobil listrik penuh pertama Maret 2024

Keunggulan performa ini menghasilkan manfaat keselamatan yang nyata, seperti mengurangi jarak pengereman darurat otomatis (AEB) hingga tujuh meter pada kecepatan jalan raya 120 km/jam.

Sistem ini juga meningkatkan sistem suspensi udara Li Auto dengan meningkatkan presisi kontrol postur tubuh hingga 73 persen melalui koordinasi cerdas antara kamera, unit pemrosesan pusat, dan sistem suspensi.

Mengenai kompatibilitas perangkat keras, Halo OS secara drastis mengurangi waktu yang diperlukan untuk beradaptasi dengan chipset baru.

Sementara sistem sumber tertutup biasanya memerlukan waktu 3-6 bulan untuk menyesuaikan diri dengan chip baru, Halo OS dapat menyelesaikan adaptasi dan verifikasi chip dalam waktu empat minggu.

Baca juga: BYD, Li Auto, Nio, Dan Xpeng kebanjiran pesanan di pasar China

Sistem ini mendukung semua arsitektur chip otomotif, termasuk Infineon dan Nvidia, dan chip Tiongkok yang sedang berkembang dari Horizon Robotics dan SemiDrive.

“Saat ini, tidak ada sistem operasi yang berorientasi pada kendaraan dalam ekosistem sumber terbuka yang mencakup domain horizontal kokpit, pengemudian cerdas, dan sasis, serta lapisan vertikal aplikasi, sistem, dan perangkat keras. Hambatan teknisnya sangat tinggi,” ujar pimpinan arsitektur sistem operasi kendaraan Li Auto, Huang Zhen.

Langkah Li Auto ini dilakukan seiring perusahaan tersebut mempercepat pengembangan AI-nya.

Baru-baru ini, perusahaan tersebut meluncurkan model bahasa visi end-to-end untuk mengemudi cerdas dan berencana untuk merilis arsitektur mengemudi otonom generasi berikutnya, model robot besar MindVLA, akhir tahun ini.

Halo OS dirancang untuk berfungsi sebagai fondasi teknis bagi aplikasi AI canggih ini, yang secara efektif mengatasi konflik inti antara permintaan dan pasokan daya komputasi.

Perusahaan tersebut berencana untuk merilis Halo OS secara bertahap kepada komunitas sumber terbuka pada akhir April. Komponen intinya meliputi sistem operasi kontrol kendaraan, sistem operasi mengemudi cerdas, middleware komunikasi, dan platform virtualisasi.

Baca juga: Li Auto L9 akan hadir dengan fitur canggih

Li Auto memperkirakan bahwa menjadikan teknologi ini sebagai sumber terbuka dapat membantu industri otomotif menghemat 10-20 miliar yuan (1,4 hingga 2,8 miliar dolar AS) setiap tahunnya dalam sumber daya penelitian dan pengembangan yang berlebihan.

Dengan menjadikan Halo OS sebagai sumber terbuka, Li Auto bertujuan untuk mendobrak hambatan teknis dari sistem tertutup dan merekonstruksi lanskap monopoli teknologi yang saat ini didominasi oleh pemasok internasional.

Visi perusahaan ini sejalan dengan bagaimana Android mengubah industri ponsel, menciptakan platform universal yang mempercepat inovasi dan mengurangi biaya di seluruh ekosistem.

Seiring dengan semakin banyaknya perangkat lunak yang digunakan pada kendaraan, langkah berani Li Auto menempatkan produsen mobil Tiongkok tersebut di garis depan pengembangan sistem operasi otomotif.

Langkah ini berpotensi menciptakan “Android mobil” yang dapat menjadi fondasi bagi kendaraan cerdas di seluruh dunia pada era AI mendatang.

Baca juga: Tren penjualan “head unit” Android meningkat

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

jp mania mahjong ways 2link mahjong ways jp top globalmain mahjong nyicil motormahjong wins 2 gila maxwinmas iqbal cuan mahjong pagi haripencet spin turbo x50 mahjong winsstrategi cerdas mahjong ways 2025strategi gahar mahjong ways 2teknik kuno mahjong ways 2putaran berkualitas mahjong wins 3sensasi indah mahjong ways 2simbol bonus mahjong winskaisar89